Menentukan Pilihan Usaha Sampingan ibu Rumah Tangga

Menentukan Pilihan Usaha Sampingan ibu Rumah Tangga

Cari usaha sampingan bu.??? apa pendapatan dari tempat kerja masih kurang?? heheh… becanda bu…,. Ya, memiliki pekerjaan tetap sering sekali belum menjadi sebuah jaminan untuk mengkondisikan keuangan keluarga kita berada di kondisi yang cukup aman. Terlebih bila gaji suami istri belum mencukupi, misal untuk bayar sekolah anak, uang kuliah, cicilan rumah, motor, mobil dan lain-lain.

Memang cukup sulit untuk menkondisikan keuangan di titik aman. Entah salah pengelolaan keuangan atau kita yang terlalu boros dalam membelanjakan sesuatu yang sifatnya tidak pokok. Maka itulah tak heran bila banyak yang membidik peluang usaha sampingan ibu rumah tangga. Dan sekiranya bisa dijalankan di sisa-sisa waktu luang sepulang kerja maupun seusai mengurus kebutuhan rumah.

Bagaimana memulai usaha sampingan ibu rumah tangga

Khusus bagi ibu-ibu yang belum mengenal dunia wirausaha, tentu butuh pembiasaan diri untuk memasuki ranah baru, yakni mencari sumber keuangan lain selain dari gaji utama. Untuk menentukan jenis usaha yang hendak dipilih, tentunya tak usah jauh-jauh dari potensi yang ada di sekitar rumah kita. Banyak usaha mikro, kecil hingga menengah, yang bisa dipilih, dan para ibu bisa sesuikan sendiri sesuai dengan kondisi di sekitar rumah.

Untuk areal perkampungan misalnya, bisa pilih usaha berjualan seperti rujak, es cendol, es juss jajanan anak, serta minuman segar yang banyak dicari di komplek perkampungan padat penduduk. Usaha tersebut pun bisa kita jalankan di sore hingga malam hari. Namun itu contoh usaha skala mikro yang tentunya akan cocok bagi para ibu pekerja keras dan memiliki sisa waktu luang yang cukup panjang, namun akan kurang cocok untuk pekerja kantoran atau karyawan yang jam pulang kerjanya di atas jam 4 sore.

Memang tak semua ibu-ibu suka dengan usaha sampingan dagang kecil-kecilan di rumah. Dan banyak sekali usaha yang bisa dijalankan dari rumah sendiri. Usaha lainnya seperti jualan baju lewat online maupun mengembangkan aneka bakat yang dimiliki oleh para ibu juga memberi harapan besar bagi siapa saja yang ingin sukses dari apa yang disuka.
Misal seorang ibu suka menulis, karena hoby sejak SMU hingga kuliah suka sekali dengan sastra maupu hobi menulis, maka hoby menulis tersebut pun bisa berlanjut, misal menulis artikel di blog, menulis novel, hingga mengirimkan cerpen ke penerbit online.

Apapun jenis hobi, selama itu berpotensi menghasilkan uang, entah jangka pendek maupun jangka panjang, tentu tak ada salahnya untuk ditekuni dan dipelajari ulang. Mungkin juga para ibu suka dengan bereksperimen membuat kue kering aneka rasa serta bentu, maka peluang ini pun cukup terbuka lebar pasarnya. Terlebih perlu diingat bahwa bisnis makanan akan senantiasa hidup, selama kebiasaan atau kebutuhan makan itu ada.