Muda Punya Usaha, Bisakah?

Muda Punya Usaha, Bisakah?

“Bukan lautan tapi kolam susu, Kail dan jalah cukup menghidupimu…”
Penggalan lagu grup band legendaris Indonesia “Koes Ploes” itu sejak zamannya sudah mengajarkan bahwa sebenarnya hidup di Indonesia itu mudah. Cukup dengan kail dan jalah saja kita bisa cari makan. Hanya saja sekarang ini banyak yang bingung, mau kerja apa yah?? cari kerjaan kok susah banget yah??
Sebenarnya jawabannya mudah saja. kalau cari pekerjaan susah, buat pekerjaan saja.

Tapi tidak semuanya bisa menerima jawaban seperti itu, biasanya akan ada pertanyaan lain “Buat pekerjaan apa??”. Ada yang bilang kalau Indonesia itu Negri Sejuta Profesi, pernah lihat berita? ada seorang peternak cacing yang memiliki omset lebih dari 2 juta perbulan. Cuma cacing!!
Namun bukan berarti terus jadi ikut-ikutan menjadi peternak cacing dadakan semua lho ya, nanti yang jadi presiden siapa???

Kembali ke topik semula tentang Muda Punya Usaha, Bisakah pemuda memiliki usaha sendiri? bisa sekali. Saya mau cerita sedikit, saya cuma anak kampung. Pendidikan saya cuma tamat sma. Dulu sebenarnya pengin sekali untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, namun apa daya kondisi ekonomi orang tua tidak cukup untuk mengabulkan keinginan itu. Setelah lulus sma, kebingungan mulai datang. mau apa setelah tidak sekolah??? 

Pengalaman kerja pertama saya adalah ikut teman yang memiliki usaha nasi uduk di pinggir jalan. Sekitar setahun saya ikut teman saya itu, setiap hari mulai buka jam 5 sore dan tutup jam 3 pagi. Berat juga sih, tetapi mau kerja apa lagi pikir saya. Singkat cerita, Lama-lama saya berfikir “dari pada cari kerja lebih baik buat pekerjaan”. Awalnya bingung mau buat usaha apa yang saya bisa? Usaha pertama saya adalah menjadi guru privat untuk anak-anak SD di sekitar tempat tinggal saya. 

Namun saya berfikir lagi, penghasilan menjadi pengajar pribadi tidak seberapa. Setiap saya lewat jalan saya perhatikan setiap usaha orang satu-satu. Kira-kira ada tidak yang bisa saya ikuti jenis usahanya? Karena pengetahuan saya sedikit, saya pilih yang paling mungkin bisa saya tiru. Saya ingat ada saudara yang punya rumah di pinggir jalan raya, saya beranikan diri untuk numpang disana dan membuka tambal ban. Bermodal kompresor kecil, kunci-kunci dan tempat nambal ban saya beranikan diri membuka usaha. Sekitar 3-4 hari setelah buka tidak satupun yang mampir ke tambal ban baru saya, sempat ciut hati saya. Namun setelah seminggu mulai ada yang liat tambal ban saya dan akhirnya bisa mendapat penghasilan yang lumayan. Sampai akhirnya ada pelanggan yang mampir ke tempat saya, dia seorang pemilik bengkel. Beliau menawarkan saya untuk bekerja disana, saya setuju. Hitung-hitung cari pengalaman dan tambahan penghasilan. Setiap hari saya berangkat ke kerja ke bengkel untuk bekerja sambil menimba ilmu disana. Pulang sore langsung buka tambal ban. Sekitar 8 bulan, setelah dirasa sudah cukup banyak menimba ilmu disana saya putuskan keluar dan membuka bengkel sendiri di tempat tambal ban saya. Dan alhamdulillah, sekarang saya sudah bisa merasakan hasilnya. Memang tidak besar, yang penting cukup untuk menghidupi hidup saya.

Maaf ceritanya agak panjang hehe, lalu inti dari cerita saya itu apa?? Intinya semua orang bisa punya usaha. Tidak perlu ragu hanya karena pendidikan rendah, hanya saja kebanyakan orang merasa gengsi untuk memulai semuanya dari kecil. Saran saya, ingatlah. Semakin tinggi gaya harus diimbangi dengan daya yang besar juga, gaya tinggi daya rendah parah.

Semoga kisah saya bisa memberikan sedikit banyak motivasi untuk kita semua. Jadi intinya, Muda Punya Usaha, Bisakah????? Jawabannya pasti Bisa.