Perbedaan Reksadana Syariah dan Reksadana Konvensional

Investasi merupakan hal yang dilakukan oleh banyak orang untuk mendapatkan passive income. Passive income yang didapat membuat orang yang bekerja di kantor sekalipun bisa mendapatkan penghasilan tambahan melalui investasi yang dilakukan. Oleh karena itu, banyak orang yang memilih untuk mengalokasikan dana yang tidak digunakan untuk kebutuhan konsumsi dan mengalihkannya untuk diinvestasikan.

Kenali-Perbedaan-Reksa-Dana-Syariah-dan-Reksa-Dana-Konvensiona
Seiring dengan berkembangnya zaman, investasi pun menjadi semakin beragam. Salah satunya adalah reksadana yang banyak diminati oleh para investor saat ini karena merupakan investasi yang menguntungkan dengan modal kecil. Reksadana juga terbagi menjadi dua jenis yakni reksadana konvensional dan reksadana Syariah. Apa saja perbedaan dari kedua reksadana tersebut? Berikut ini beberapa diantaranya :

Kebijaksanaan investasi
Salah satu perbedaan dari reksadana konvensional dan reksadana syariah adalah kebijaksanaan investasi yang diterapkan. Pada reksadana Syariah, instrument investasi yang digunakan merupakan instrument dengan portfolio yang berbasis syariah atau halal. Dalam praktiknya, reksadana syariah mengarahkan para manajer investasinya untuk tidak menanamkan modal pada perusahaan yang bertentangan dengan hukum islam, seperti riba, perjudian atau minuman keras. Dengan kebijakan investasi yang sangat islami, reksadana syariah cocok untuk Anda yang ingin investasi syariah dengan profit yang menggiurkan.
Jika reksadana syariah menerapkan kebijakan investasi yang berpatokan pada hukum islam, reksadana konvensional tidak demikian. Pada reksadana konvensional, kebijakan investasi yang dijalan bersifat bebas atau tidak ada aturan yang mengikat selama terdaftar di badan resmi. Segala macam aspek usaha bisa diikuti asalkan menghasilkan keuntungan.
Strategi investasi
Tak hanya kebijaksanaan investasi yang harus sesuai dengan hukum islam, skema reksadana syariah juga menggunakan strategi investasi yang sesuai dengan hukum islam pula. Dalam praktiknya, manajer investasi dilarang untuk mengelola dana dengan skema yang mengarah pada perjudian atau spekulasi. Hal tersebut disebabkan karena berjudi merupakan hal yang dilarang dalam islam.
Keuntungan investasi reksadana
Konsep syariah pada reksedana syariah pun menerapkan keuntungan investasi yang berbeda kepada para investor. Pada reksadana syariah, keuntungan investasi dihitung sesuai dengan proporsi modal yang dimilikinya. Hal ini disebabkan karena investasi syariah melarang penerapan bunga dalam praktiknya. Berbeda halnya dengan reksadana konvensional yang membagi keuntungan investasi reksadana berdasarkan bunga yang telah dijanjikan.