Persyaratan untuk Membuat SIUP ( Surat Izin Usaha Perdagangan )

siup

Kalo kalian ada rencana buat bikin kegiatan usaha perdaangan, hal yang paling pertama kalian lakukan adalah niat, kedua berdoa dan ketiga berusaha baru yang keempat adalah mendaftarkan keberadaan usaha kamu, ini berguna untuk mendapatkan izin untuk menjalankan bisnis perdanganganm namanya, SIUP atau Surat Izi Usaha Perdangangan, ini adalah dokumen yang diperlukan dan wajib bagi pelaku usaha baik, perserorangan maupun usaha yang berbentuk badan yang menjalankan usaha perdangan.

Nah …. Buat para pengusaha muda yang kece nih, barangkali belum tahu proses dan cara pembuatan surat perizinan usaha, perhatikan baik-baik yah biar nggak tersandung masalah kedepannya, kita akan membahas tentang  persyaratan yang dibutuhkan untuk pembuatan SIUP Jenis-Jenis dan

SIUP dikelompokan nih jadi tiga kategori berdasarkan besaran modanya :

  • SIUP Besar: untuk perusahaan dengan modal di atas Rp500.000.000
  • SIUP Menengah: untuk perusahaan dengan modal berkisar antara Rp200.000.000 – Rp500.000.000
  • SIUP Kecil: untuk perusahaan dengan modal dan kekayaan bersih pemilik lebih kecil atau sama

Untuk pengurusan SIUP kamu bisa deh dateng ke Kantor Dinas Perdangan baik ditingkat kabupaten atau tingkat kota madya atau bisa juga di Kantor Pelayanan Perizinan Setempat. Biasa di kantor desa terdapat pelayanannya.

Persyaratan Administrasinya

            Perhatikan nih Guys, persyaratannya.

  1. Untuk Perseroan Terbatas (PT)
  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Direktur Utama/Penanggung Jawab Perusahaan atau pemegang sahamnya
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK) jika penanggung jawabnya seorang perempuan
  • Fotokopi NPWP
  • Surat Keterangan Domisili atau SITU
  • Fotokopi Akta Pendirian PT yang disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM.
  • Fotokopi Surat Keputusan Pengesahan Badan Hukum dari Menteri Hukum dan HAM
  • Surat Izin Gangguan (HO)
  • Izin Prinsip
  • Neraca perusahaan
  • Pasfoto Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 (2 lembar)
  • Materai Rp6.000
  • Izin teknis dari instansi terkait jika diminta
  1. Untuk Koperasi
  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas Koperasi
  • Fotokopi NPWP
  • Fotokopi Akta Pendirian Koperasi yang telah disahkan instansi berwenang
  • Daftar susunan Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas
  • Fotokopi SITU dari Pemerintah Daerah (Pemda)
  • Neraca koperasi
  • Materai senilai Rp6.000
  • Pasfoto Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 (2 lembar)
  • Izin lain yang terkait (Misalnya jika usaha Anda menghasilkan limbah, Anda harus memiliki izin AMDAL dari Badan pengendalian Dampak Lingkungan Daerah) setempat.
  1. Untuk Perusahaan Perseorangan
  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemegang saham perusahaan
  • Fotokopi NPWP
  • Surat keterangan domisili atau SITU
  • Neraca perusahaan
  • Materai senilai Rp6.000
  • Foto Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 cm (2 lembar).
  • Izin lain yang terkait usaha yang dijalankan.
  1. Untuk Perusahaan Perseroan Terbuka (Tbk)
  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan
  • Fotokopi SIUP sebelum menjadi perseroan terbuka
  • Fotokopi Akta Notaris Pendirian dan Perubahan perusahaan dan surat persetujuan status perseroan tertutup menjadi perseroan terbuka dari Departemen Hukum dan HAM
  • Surat keterangan dari Badan Pengawas Pasar Modal bahwa perusahaan yang bersangkutan telah melakukan penawaran umum secara luas dan terbuka
  • Fotokopi Surat Tanda Penerimaan Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (STP-LKTP) tahun buku terakhir
  • Foto Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 cm (2 lembar)

Oh iyah, sebagai catatan ajah nih, kalo ternyata usaha kamu bukan milik sendiri, maka harus dilengkapi dengan Surat ijin dari pemilik yah, ini sebagai bukti pemilik tidak merasa keberatan, Suran ijin dari pemilik ini harus ditanda tangani yah sama pemilik usahanya diatas materai loh.